Situs Tsunami di Banda Aceh yang Bisa Kamu Kunjungi dalam Sehari

Wisata93 Dilihat

Jika membahas tentang Aceh tentu akan terkenang suatu peristiwa bencana alam  tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 silam.

Kedahsyatan bencana tersebut tentunya menyisakan duka bagi masyarakat Aceh. Bencana alam tersebut masih melekat dalam ingatan masyarakat Aceh hingga hari ini. Ratusan ribu masyarakat meninggal dunia dalam peristiwa itu. Infrastruktur juga hancur dalam peristiwa itu.

Setelah belasan tahun, Aceh kini telah berbenah, namun kenangan tentang tsunami tak akan pernah dilupakan. Bahkan setiap tanggal 26 Desember ada peringatan untuk mengenang peristiwa itu. Peringatan hari tsunami biasanya diisi dengan bacaan doa untuk para korban tsunami Aceh.

Ada beberapa situs tsunami di Kota Banda Aceh yang bisa kamu kunjungi saat berada di provinsi paling ujung barat pulau Sumatera itu. Tentu situs-situs ini untuk mengenang peristiwa Tsunami yang melanda Aceh 19 tahun silam.

Berikut beberapa situs Tsunami Aceh yang bisa kamu kunjungi saat kamu berada di Kota Banda Aceh. Situs-situs yang dipaparkan di bawah ini lokasinya di Kota Banda Aceh saja, dan jarak antara satu situs dengan situs lainnya tidak terlalu jauh, cukup dengan berkendara selama beberapa menit kamu akan sampai di lokasi tersebut.

 

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh tentunya sudah sangat familiar di telinga banyak orang. Museum karya Ridwan Kamil ini dibangun di pusat Kota Banda Aceh, jaraknya tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi ikon Provinsi Aceh.

Museum ini berbentuk kapal. Saat memasuki gerbangnya kamu akan melihat desain museum yang begitu memukau. Di bagian bawahnya terdapat beberapa puing tsunami seperti helikopter yang ikut dipamer di museum itu untuk mengenang peristiwa dahsyat yang melanda Aceh tempo dulu.

Memasuki pintu museum pengunjung disambut lorong gelap menurun yang dindingnya merembes air dan suara orang berzikir.

Museum ini difungsikan sebagai tempat edukasi tsunami dan juga sebagai tempat untuk evakuasi saat terjadi bencana alam.

Di dalam museum ini para pengunjung bisa melihat sendiri berbagai memori tentang tsunami Aceh 2004, baik foto-fotonya maupun berbagai video yang diperlihatkan di museum tersebut. Bahkan  nama-nama korban tsunami juga ditulis di salah satu ruangan di museum ini.

Di dekat museum tsunami juga terdapat situs sejarah “Kherkhoff” kuburan serdadu Belanda terbesar di luar negaranya. Di sini pula terdapat makam jenderal Belanda JH Rudolf Kohler.

Kapal PLTD Apung

Kapal Apung ini letaknya juga tak terlalu jauh dari Museum Tsunami, hanya sekitar kurang lebih 10 menit dengan berkendara sepeda motor atau mobil.

 

Kapal dengan bobot mencapai 2000 ton dan panjang sekitar 63 meter ini terdampar di tengah perkampungan akibat dibawa gelombang dahsyat saat peristiwa tsunami melanda Aceh pada 2004 silam.  Lokasinya tepat  di Desa Punge Blang Cut, Kota Banda Aceh.

Kapal ini awalnya berada di dekat pantai Ulee Lheu, kapal ini dibawa gelombang hingga 5 kilometer dari tempat ia parkir.

Dahsyatnya gelombang tsunami mengantarkan kapal milik Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung ini terseret hingga mencapai perkampungan warga. Kapal ini juga menjadi saksi bisu kedahsyatan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004.

Kini kapal Apung dijadikan salah satu situs untuk mengenang peristiwa tsunami Aceh dan juga menjadi museum edukasi tentang mitigasi bencana alam. Kapal ini juga menyediakan etalase foto tsunami. Dari lantai atas kapal, pengunjung bisa melihat keindahan kota Banda Aceh dengan menggunakan teropong yang masih berfungsi.

 

Kapal di atas rumah

 

Berbeda dengan kapal apung, kapal ini ukurannya lebih kecil. Nah posisinya kapal ini juga terbawa arus dari laut ke darat yang juga menempati  rumah warga.

 

Kapal kayu dengan panjang 25 meter, lebar 25,5 meter dan berat 20 ton itu awalnya sedang docking di sungai Aceh (Krueng Aceh) tak jauh dari lokasi terdamparnya kapal tersebut. Saat peristiwa tsunami kapal ini ikut terbawa arus.

 

Kapal ini terletak di Desa Lampulo, Banda Aceh. Kapal tersebut tak lagi dipindahkan ke laut dan menjadi salah satu monumen untuk mengenang kejadian tsunami Aceh pada 2004 silam.

 

Kapal ini juga menjadi salah satu saksi bisu tsunami yang melanda Aceh.

 

 

Kuburan Masal Tsunami

Di sinilah dikuburkan para korban tsunami Aceh, ada beberapa kuburan masal yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar. Di pekuburan tanpa nisan ini dikuburkannya para korban tsunami yang berjumlah ratusan ribu jiwa.

 

Salah satu lokasi kuburan masal yang ada di Kota Banda Aceh adalah Kuburan Masal Ulee Lheu. Jaraknya dengan museum tsunami juga tidak terlalu jauh, dari jalan di depan museum tsunami, hanya jalan luruh saja ke arah Ulee Lheu, kamu akan menemukan kuburan ini berada tepat di sebelah kiri jalan lintas.

 

Inilah satu situs yang menandakan betapa dahsyatnya tsunami yang terjadi di Aceh.

Setiap peringatan tsunami Aceh, para keluarga dari korban tsunami akan berziarah ke kuburan ini untuk mendoakan keluarga mereka yang menjadi korban dalam peristiwa ini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *