Kakankemenag Aceh Besar: Ramadan Harus Jadi Momen Tingkatkan Kualitas Kinerja

Berita74 Dilihat

 

Kakankemenag Aceh Besar Saifuddin SE mengajak ASN Kemenag Aceh Besar untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas kinerja.

Hal ini disampaikan Saifuddin dalam kuliah tujuh menit yang berlangsung di mushalla kantor setempat, Rabu, 13 Maret 2024.

“Seringkali kita menganggap bahwa hikmah puasa hanya berkaitan dengan amalan agama, seperti shalat tarawih, membaca Al-Quran, berdoa, dan sebagainya. Padahal banyak amalan lainnya sebenarnya juga memiliki nilai ibadah yang tinggi yang tidak kita sadari. Contohnya adalah meningkatkan disiplin dan etos kerja di tempat kerja kita,” kata Saifuddin.

Saifuddin mengatakan, bekerja, menyelesaikan tugas dan menjalankan fungsi dengan baik juga termasuk melakukan ibadah.

“Dengan berpuasa, kita diharapkan menyadari bahwa setiap kegiatan dalam hidup ini adalah amal ibadah. Saat ini kita masih berada di awal Ramadhan, mari manfaatkan sebaik mungkin. Jadikan Ramadhan sebagai sarana kita untuk memperbaiki perilaku, ibadah dan hubungan kita dengan sesama manusia,” katanya.

Ia mengajak ASN kemenag Aceh Besar untuk belajar dari puasa ramadhan, tentang komitmen waktu dan juga perilaku mulai dari Imsak sampai berbuka. Sehingga pendidikan dari ramadhan ini bisa diterapkan dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Dia menjelaskan, bulan Ramadhan adalah bulan jihad, pengorbanan, perjuangan, ibadah, dan berlomba untuk kebajikan. Saifuddin memberikan contoh, dalam sejarah Islam tentang peristiwa dahsyat yang terjadi pada bulan Ramadhan seperti perang Badar dan Fathu Mekkah.

“Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa puasa menambah semangat dalam bekerja. Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan atau melewatkan tugas. Akan tetapi sebaliknya, jadikan puasa sebagai motivasi untuk terus berkontribusi kepada ummat. Maka manfaatkanlah kesempatan ini untuk berbuat lebih banyak daripada biasanya,” jelas Saifuddin.

Dia juga menyampaikan, Ramadhan adalah sarana bagi sang hamba untuk lebih taat dan dekat dengan sang pencipta.

“Inilah momentum yang tepat bagi kita untuk menjadi insan lebih baik dan berkualitas, baik keshalihan individu maupun sosial, membersihkan diri dari segala dosa yang melekat tanpa kita sadari,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *